Seminar Parenting 2019 | Alkhairaat

Wonderful Parents for Wonderful Generation

Sabtu, 23 Februari 2019 pagi, para orang tua/wali siswa SDIT Al Khairaat berbondong-bondong ke Aula Dharmagati Kramat Jati untuk menghadiri hajatan tahunan, seminar parenting berjudul Wonderful Parents for Wonderful Generation dengan narasumber Cahyadi Takariawan, S.Si, Apt., akrab  dipanggil Pak Cah. Pak Cah, seorang konselor pernikahan & keluarga di Jogja Family Center dan Rumah Keluarga Indonesia (RKI), dikenal juga sebagai penulis yang produktif. Lebih dari 40 judul buku telah diterbitkan dari buah pemikirannya, semua merupakan buku pengembangan karakter islami, pernikahsn dan keluarga.

Mulanya, panitia mengundang Pak Cah berduet dengan sang istri, Ida Nur Laila, S.Si, Apt. Namun di hari-H ternyata Bu Ida berhalangan memenuhi undangan karena harus mendampingi ananda bungsu mengikuti tes masuk sekolah lanjutan di Magelang.

Acara dimulai pukul 08.00 dengan pembacaan ayat-ayat cinta dari Allah SWT oleh Ananda Naila Zhafira, siswi kelas IV, juara MTQ tingkat Binaan 4 Kramat Jati dan saritilawah oleh Ananda Shazia Khayra Al Tofik, siswi kelas III.

Pak Cah membuka pemaparan dengan terlebih dulu melakukan senam otak bersama seluruh peserta. Setelah peserta terlihat makin antusias dan semangat, Pak Cah mulai menyampaikan materi dengan menampilkan slide2 presentasi.

Orang tua adalah guru dan pendidik pertama dan utama di dalam kehidupan seorang anak. Nabi SAW pun menyatakan bahwa setiap anak dilahirkan di atas fitrah. Kedua orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. (HR. Muslim). Jadi, adalah kewajiban kedua orang tua dalam mengembangkan seorang anak, bukan gurunya, sekolahnya, temannya, dan lain-lain.

Orang tua harus selalu rela belajar, rela meningkatkan kapasitas & kapabilitas diri agar selalu mampu melakukan hal yang tepat & terbaik bagi anak-anaknya.

Terlebih di era digital ini, jika orang tua tidak mampu atau tidak mau menjadi tempat ternyaman anak, tempat anak bertanya, menumpahkan isi hati, tempat berlindung & bersandar, mereka akan mencari tempat lain, salah satunya adalah gadget.

Padahal, penggunaan gadget pada anak usia dini/ yang secara akal & pribadi belum matang akan menimbulkan berbagai dampak negatif, antara lain:

  1. Kehilangan keinginan untuk beraktivitas,
  2. Berbicara tentang teknologi terus-menerus,
  3. Cenderung sering membantah orang tua,
  4. Sensitif, mudah tersinggung, mood mudah berubah,
  5. Egois
  6. Sering berbohong
  7. Lebih cepat merasa puas dalam memperoleh pengetahuan,
  8. Pola pikir instan, sulit konsentrasi, malas menulis & mrmbaca buku,
  9. Lemah berinteraksi secara internal maupun eksternal.

Untuk menghindari dampak kecanduan gadget tsb, orang tua wajib menerapkan aturan kepada anak. Mulai dari pengurangan waktu bermain tiap hari, tiap pekan, hingga penentuan syarat untuk dapat bermain gadget. Yang terpenting, orang tua harus disiplin & konsisten dalam menerapkan aturan yang telah disepakati bersama.

Ke sekolah untuk belajar

Belajarnya harus semangat

Yuk, Ayah Bunda terus belajar

Agar jadi orang tua yang hebat

 

Karena…orang tua hebat, anak pun akan kuat hadapi zaman yang makin hebat.

 

Kilasan ---- > http://www.alkhairaatku.sch.id/node/409#overlay-context=node/410